Apa Saja Kondisi-Kondisi Dhorurot Syi'ir? Pembagian & Contoh

Table of Contents
Apa Saja Kondisi-Kondisi Dhorurot Syi'ir? Pembagian & Contoh
    Sebelum memutuskan untuk menganalisis puisi Arab (syi'ir), satu hal yang sebetulnya perlu ditekankan bagi para peneliti adalah ahli dan menguasai terlebih dahulu bidang-bidang yang berkaitan dengan bahasa Arab; meliputi Shorof, Nahwu, Ma'ani, Bayan, Badi', Isytiqaq dan lain-lainnya. Dikatakan demikian sebab Nadzhom ini nantinya terbagi menjadi 4 tipe:
  1. Nadzhom yang tidak ada aib maupun faktor dhorurot
  2. Nadzhom yang terdapat aib sehingga diberlakukan 'Urdul Haith
  3. Nadzhom yang terdapat dhorurot yang parah (ini yang Mubtadzal; banyak dipakai)
  4. Nadzhom yang ada Dhorurot yang bisa dikompromi (boleh diaplikasikan tanpa kritik/koreksi)
    Adapun faktor-faktor Dhorurot yang diterima (الضرورات المقبولة) tersebut meliputi:

1. Ditanwinnya kata yang seharusnya tidak ditanwin

    Istilah Arabnya biasa dikenal dengan sebutan (صرف ما لا ينصرف), contohnya seperti ditanwinnya kata (أندلس) pada bait;

فِي أَرْضِ أَنْـدَلُسٍ تُـلْتَـذُّ نَـعْمَاءُ  *  وَلَا يُفَارِقُ فِـيـهَا القَلْبَ سَرَّاءُ

    Adapun jika kata yang seharusnya ditanwin akan tetapi dicegah penanwinannya, maka kategorinya langka/tidak familiar seperti pencegahan Tanwin di kata (جَامِع) pada bait;

وَالرَّوْضُ جَامِعُ وَالأَزَاهِـرُ بُـسْطُهُ  *  وَقَـنَادِلُ الأُتْـرُنـج لَاحَـتْ فِي الغَدِ

2. Pemendekkan huruf Mamdud & Pemanjangan huruf Maqshur

    Salah satu faktor Dhorurot berikutnya adalah (قصر الـممدود ومد الـمقصور) dimana sebuah kata yang mestinya dipanjangkan (ممدود) dipendekkan atau yang semestinya dipanjangkan justru dipendekkan (قصر). Sampelnya bisa diamati pada kata (الفضاء) yang diqashr dan lafad (الهدى) yang dipanjangkan;

وَرِثَ الـنَّدَى وَحَوى الـنُّـهَى وَبَـنَى العُلَا  *  وَرَجَا الدُّجَى وَرَمَى الـفَضَا بِـهُدَاءِ

3. Penggantian Hamzah Qath' ke Washl

    Diantara kondisi Dhorurot yang lain adalah mengganti Hamzah Qath' menjadi Hamzah Washl (إبدال همزة القطع وصلا). Hal ini sebagaimana kata lafadz (أم) pada ungkapan seorang penyair;

وَمَنْ يَـصْنَـعِ الـمَعْرُوفَ مَعْ غَيـْرِ أَهْلِهِ  *  يُـلَاقِ الَّذِي لَاقَـى مُـجِـيرُ امِّ عَامِرِ

4. Mengqoth'kan Hamzah Washl

    Jika sebelumnya mengganti Hamzah Qath' ke Washl, maka yang ini adalah sebaliknya; Hamzah Washl yang dijadikan Hamzah Qath'. Sebagai studi kasusnya, bisa diamati contohnya pada kata (إبـن) yang asalnya (ابـن);

أَيُّـهَا الـبَانِـي لِـهَدْمِ اللَّـيَالِـي  *  إِبْـنِ مَا شِـئْتَ سَـتَـلْقَـى خَـرَابَا

5. Meringankan Huruf Bertasydid

    Kasus seperti ini diistilahkan dengan (تخفيف المشدّد), seringnya terjadi pada rima (Qafiyah) yang terikat dan diakhiri dengan huruf Shahih (selain alif, wawu, dan ya') yang mati sepertihalnya kata (تَـجِفْ) yang seharusnya (تـجفُّ) pada bait;

لِـي بُـسْتَانٌ أَنِـيـقٌ زَاهِـرٌ  *  غَدِقٌ تُـرْبَـتُـهُ لَـيْسَتْ تَـجِفْ

* Maksudnya 'terikat' di sini adalah rima tersebut tidak punya Harakat panjang di ujungnya (berhenti pada huruf mati/sukun)

    Kaidah ini juga disamakan dengan peringanan Hamzah (تخفيف الهـمزة), seperti Hamzah pada lafad (الباري) yang asalnya (البارئ) di bawah ini;

هُوَ اللهُ بَارِي الْـخَـلْقِ, وَالْـخَلْقُ كُـلُّـهُمْ  *  إَمَاءٌ لَـهُ طَوْعًا جَـمِيـعًا وَأَعْـبُـدُ

6. Memberatkan Huruf yang Ringan

    Kaidah Dhorurot Syi'ir yang selanjutnya adalah memberatkan huruf yang sifat dasarnya ringan, sebagaimana pentasydidan huruf Mim di kata (دم);

أَهَانَ دَمَّـكَ فِـرْغًـا بَـعْدَ عِـزَّتِـهِ  *  يَا عَـمْرُو بَـغْـيُـكَ إِصْرَارًا عَلَى الـحَـسَـدِ

7. Mematikan Huruf Berharakat & Menghidupkan Huruf Mati

    Diantara kondisi Dhorurot Syi'ir yang lain yaitu penyukunan huruf yang menyandang Harakat dan begitu juga sebaliknya; pengharakatan huruf yang menyandang Sukun. Sebagai gambaran, bisa kalian lihat pada huruf ج yang disukun di lafad (رجُل) melalui bait di bawah ini;

وَقَدْ يُـقَالُ عِثَارُ الـرِّجْلِ إِنْ عَـثَـرَتْ  *  وَلَا يُقَالُ عِثَارُ الـرَّجْـلِ إِنْ عَـثَـرَا

    Dan situasi semacam ini banyak ditemukan juga pada Isim Dhomir Ghoib/Ghoibah, seperti penyukunan huruf هـ di lafad (هو) pada sebait puisi ini;

فَالدُّرُّ وَهْـوَ أَجَلُّ شَـيْءٍ يُـقْـتَـنَـى  *  مَا حَطَّ قِـيـمَـتَـهُ هَـوَانُ الـغَائِـصِ

    Contoh lain yang berlaku adalah pengharakatan huruf هـ pada lafad (الـزهْر) yang status awalnya Sukun;

تَـبْـقَـى صَـنَائِـعُـهُمْ فِي الأَرْضِ بَـعْدَهُـمُ  *  وَالـغَيْـثُ إِنْ سَارَ أَبْـقَـى بَـعْدَهُ الـزَّهَرَا

    Atau seperti pengharakatan huruf ل lafad (حُلْـم) pada ungkapan;

تَـبًّا لِـطَالِـبِ دُنْـيَا لَا بَـقَاءَ لَـهَـا  *  كَـأَنَّـمَا هِيَ فِي تَـصْرِيـفِـهَا حُلُـمُ

8. Tambahan Tanwin pada Munada Isim Alam

   Studi kasus kaidah ini bisa disorot melalui bait di bawah ini, tepatnya pemberian Tanwin pada lafad (مطر);

سَلَامُ اللهِ يَا مَطَرٌ عَلَـيْـهَا  *  وَلَـيْسَ عَلَـيْـكَ يَا مَطَرُ السَّـلَامُ

9. Pemanjangan Harakat

    Adapun yang dimaksud pemanjangan Harakat (إشباع الحركة) dalam konteks ini adalah ditambahkan huruf Ya' setelah harakat kasroh pada kata (انجـلِ);

أَلَا أَيُّـهَا اللَّـيْلُ الطَّـوِيـلُ أَلَا انْـجَلِـي  *  بِـصُبْـحٍ وَمَا الإِصْبَـاحُ مِـنْـكَ بِـأَمْـثَلِ

    Huruf Alif setelah harakat Fathah pada kata (أقام);

فَـمَا أَنْـتَ إلاَّ الـبَدْرُ إنْ قَـلَّ ضَـوْءُهُ  *  أَغَـبَّ وَإنْ زَادَ الـضِّـيَاءُ أَقَامَا

    Proses Isyba' juga seringkali ditemukan pada Isim Dhomir, seperti penambahan Alif di lafad (أخا) dan penambahan Wawu pada lafad (لـه);

أَخَاكَ أَخَاكَ إِنَّ مَنْ لَا أَخَا لَـهُو  *  كَسَاعٍ إلَى الْـهَـيْـجَا بِـغَـيْرِ سِلَاحِ

10. Pengharakatan Mim Jamak

    Diperbolehkan juga menambahkan Harakat pada Mim Jamak sepertihalnya proses pengharakatan huruf م pada kata (مـجدهُمْ);

هُمُ أَهِـلَّـةُ غَـسَّانٍ وَمَـجْدُهُـمُ  *  عَالٍ فَـإنْ حَاوَلُوا مُـلْكًا فَلَا عَـجَبَا

11. Penambahan Kasroh di Akhir Kata

    Begitupun juga bisa dilakukan penambahan harakat kasroh di ujung kata apabila berupa huruf mati. Amati sampelnya pada huruf م pada lafadz (أقْـدِمْ) melalui bait di bawah ini;

وَلَـقَـدْ شَفَى نَـفْسِي وَأَبْـرَأَ سُقْـمَـهَا  *  قِـيْلُ الْـفَوَارِسِ وَيْـكَ عَـنْـتَر أَقْـدِمِ  

Sekian dan Semoga bermanfaat 🌟

Post a Comment

Buat Blog SEO
Buat Blog SEO