Manfaat Schema Markup Demi Meningkatkan SEO Blog
Table of Contents
Salah satu indikator yang menunjukkan bahwa sebuah website
/ blog disebut 'berhasil' adalah ketika blog tersebut telah memenuhi
standar SEO (Search Engine Optimization) mesin penelusuran sepertihalnya
Google, Bing dan semacamnya. Blog yang sudah sesuai dengan kriteria
SEO-Friendly ini nantinya pasti akan bisa dirasakan manfaat besarnya, akan tetapi mewujudkan hal tersebut tidak segampang bicara di bibir dan
kenyataannya tidak semanis itu; ada berbagai macam rintangan
yang tidak jarang menyulitkan para blogger (Terutama yang masih pemula)
sehingga menyebabkan mereka kandas di tengah jalan, ujung-ujungnya? Blog
yang telah dibangun susah payah dengan segenap waktu, perjuangan serta
pikiran tersebut dianggap 'Mati' oleh mesin pencari dan tidak ditampilkan
ke dalam SERP (Search Engine Result Page).
Jadi, sebelum mulai terjun ke dunia Blogging tidak cukup
hanya dengan modal menulis asal-asalan (Kecuali ngeblog hanya
untuk hobi asyik-asyikan saja). Apabila temen-temen ingin tulisan
artikelnya menjangkau banyak orang di seluruh jagat maya, maka
penguasaan teknik SEO juga perlu dipertimbangkan. Beberapa metode
optimalisasi yang umum misalnya
Submit Sitemap di Google Console Webmaster, gunakan
Domain berkualitas
dan masih banyak lagi yang lain-lainnya. Termasuk juga diantaranya
adalah dengan memanfaatkan Schema Markup.
Schema Markup
Barangkali masih ada yang belum tahu; Schema Markup adalah kode (Biasanya JSON-LD) atau data terstruktur
(Structured Data) yang ditambahkan ke halaman web untuk membantu mesin
pencari memahami isi halaman dengan lebih baik. Dengan kata lain,
Schema Markup ini bertugas memberi informasi tambahan pada konten website
sehingga mesin pencari tahu apakah isi artikel terkait sedang membahas
konteks tentang orang, produk, artikel berita, resep kuliner, acara dan
sebagainya.
Contoh sederhananya; temen-temen ada
artikel di blog dengan judul :
Resep Nasi Goreng Spesial
Tanpa Schema Markup; Google akan membaca tulisan ini
tidak lain hanyalah sebatas sebagai artikel biasa saja. Menggunakan
Markup; maka Google bisa menampilkannya di hasil pencarian dengan fitur Rich
Result, misalnya menampilkan waktu memasak, resep, rating atau gambar dan
lain-lainnya sesuai jenis kode yang ditanamkan.
Fungsi Utama Schema Markup
- Penunjang Peningkatan SEO kecil-kecilan (khususnya Rich Snippets di hasil pencarian).
- Membantu Google memahami struktur dan konteks konten.
- Meningkatkan CTR (Click-Through Rate) karena tampil lebih menarik di SERP.
- Menandai jenis konten tertentu seperti:
- Artikel (Article, BlogPosting)
- Produk (Product)
- Resep (Recipe)
- Tokoh (Person)
- Acara (Event)
- Bisnis lokal (LocalBusiness)
Macam-Macam Schema Markup
Selanjutnya kita penasaran dan bertanya-tanya "Ada berapa
sebenarnya jumlah total Schema Markup?". Oke, secara umum kode Markup
tidak mempunyai jumlah tetap yang pasti mengingat tipe dan propertinya
terus bertambah (atau bisa jadi berkurang) seiring update resmi dari
situs resmi schema.org. Bahkan kabarnya
di tahun 2025 diketahui terdapat 800+ tipe serta ribuan properti yang
bisa dipakai, jumlah ini akan terus berkembang setiap kali ada rilisan
terbaru.
Namun, dari total keseluruhan tersebut setidaknya ada
sekitar 10-11 jenis kode Schema Markup yang paling populer digunakan.
Berikut penjabaran detail rinciannya :
- Article / BlogPosting → artikel, berita, blog
- Review / AggregateRating → ulasan produk/kuliner milik orang lain
- LocalBusiness / Restaurant / Store → bisnis fisik/kuliner milik sendiri
- Breadcrumb → Navigasi website
- FAQPage → Pertanyaan & jawaban
- HowTo → Tutorial langkah demi langkah
- Recipe → Resep makanan
- VideoObject → Video di artikel
- Event → Seminar, workshop, konser
- Person → Profil penulis atau tokoh
- Product → Jika jualan produk fisik/online
Poin-Poin Penting
- Schema Markup = Adalah Kodenya
- Rich Snippet = Adalah hasil tampilan visualnya yang akan muncul di Google (jika markup berhasil dipahami dan ditampilkan)
- Efektifitasnya tidak menjamin 100%, perkara tampil atau tidaknya sepenuhnya tergantung keputusan dari pihak Google. Jadi, walaupun di dalam artikel telah kita sisipkan kode Schema Markup tidak serta-merta hasilnya akan langsung tampil seketika, Google butuh waktu untuk merayapi kode tersebut dan menentukan apakah layak ditampilkan atau tidak.
Sekian dan Semoga bermanfaat 🌟



Post a Comment
- Silahkan berkomentar dengan yang baik, sopan dan santun
- Tidak berkomentar negatif atau merendahkan pihak tertentu
- Jika ingin BW, mohon tidak menyisipkan link aktif di kolom komentar. Cukup dengan komentar biasa, pasti akan admin BW balik
- Info kerjasama silakan hubungi kontak admin
- Komentar yang tidak taat aturan tidak akan ditampilkan
Terima Kasih atas pengertian dan perhatiannya :)