Kabupaten Jember Mencekam! Dilanda Kelangkaan BBM

Table of Contents
Kabupaten-Jember-Mencekam-Dilanda-Kelangkaan-BBM
Suasana Antri BBM di SPBU Kenanga Jember
 
   Apa kabarnya para pengguna kendaraan motor di Jember? Fenomena besar yang sempat menghebohkan warga jawa timur baru-baru ini; khususnya Jember yaitu antrian BBM (Bahan Bakar Minyak) di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) yang panjang mengular hingga puluhan meter, bahkan kabarnya kejadian ini juga menimpa beberapa titik tempat pengisian bensin di kabupaten tetangga seperti Lumajang, Bondowoso dan Banyuwangi sehingga muncullah desas-desur rumor yang beredar luas di tengah masyarakat bahwa bensin mengalami kelangkaan; mulai dari Pertalite, Pertamax hingga Solar. Dampak dari kejadian ini benar-benar berpengaruh bagi berbagai elemen masyarakat; terutama untuk mereka-mereka yang kesehariannya melakukan antar-kirim barang seperti kurir dan Ojek, Ambulance dan lain-lain. Penjual bensin eceran juga terkena dampak dari fenomena ini, seketika itu pom-pom bensin eceran yang biasanya buka di pinggiran tutup lapak semuanya, kalaupun ada yang buka; kabarnya harga yang dibandrol semakin mahal daripada biasanya.

    Usut punya usut; kosongnya persediaan bensin di seluruh SPBU kawasan Jember dan sekitarnya terjadi akibat adanya penutupan total akses jalur Gumitir Banyuwangi yangmana di sana tengah dilakukan perbaikan jalan, imbasnya adalah kendaraan apapun tidak diperbolehkan melewati jalur tersebut kurang lebih selama 2 bulan (24 Juli - 24 September), berdasarkan kabar terbaru estimasi perbaikan jalan tersebut direncanakan berlangsung setidaknya selama 5 bulan, akan tetapi penutupan total hanya diberlakukan selama 2 bulan dan untuk bulan-bulan berikutnya akan diberlakukan sistem buka tutup jalur. Pada akhirnya distribusi pasokan BBM menjadi terhambat mengingat SPBU-SPBU di kabupaten Jember biasanya mengambil persediaan bensin dari Depo Pertamina Banyuwangi yang berlokasi di daerah Ketapang.

Tindakan Pemerintah Kabupaten

    Mengatasi situasi mencekam tersebut; diperlukan penanganan serius dan pada akhirnya pemerintah kabupaten segera bertindak. Berbagai upaya dicanangkan untuk meredakan antrian yang membludak di berbagai wilayah, satu diantaranya adalah dengan meminta bantuan pengiriman pasokan BBM dari Surabaya dan Malang.

    Pengurus Hiswana Migas DPC Besuki; Wahyudi Prayudi Nugroho menginformasikan bahwa dropping bantuan dari 2 wilayah tersebut sudah tiba di sejumlah titik SPBU seperti Arjasa, Ahmad Yani, Kreongan, Tegal Besar hingga Jubung. Hanya saja proses distribusi belum sepenuhnya merata ke seluruh wilayah, pasalnya armada pengangkut yang dibutuhkan masih terbatas. Tidak cukup hanya mengandalkan pengangkut dari Surabaya dan Malang saja, akan tetapi armada dari Banyuwangi wacananya juga akan diterjunkan ke lapangan sehingga dengan begitu keterlambatan distribusi ini tidak berkepanjangan; walaupun diperlukan sedikit waktu untuk dapat merealisasikannya.

    Jadi perlu dipertegas sekali lagi bahwa kosongnya persediaan BBM di kabupaten Jember bukan karena kelangkaan melainkan hanya keterlambatan distribusi akibat adanya penutupan penuh jalur Gumitir. Dihimbau kepada masyarkat Jember agar tidak panik dan tidak perlu resah mengingat kondisi ini hanya berlangsung sementara. Harapannya semoga sesegera mungkin problem ini akan teratasi hingga pulih normal seperti semula dan kita bisa beraktifitas kembali sebagaimana biasanya dengan lancar.

Sekian dan Semoga bermanfaat 🌟

Post a Comment

Buat Blog SEO
Buat Blog SEO