Telaah Seputar Modal Auxiliary Verb
Table of Contents
Sebelumnya mimin berbagi materi bahasa Inggris seputar This, These, That dan Those. Manatahu ada yang tertinggal atau lupa; silakan akses kembali dan baca lagi artikel tersebut untuk membangun pemahaman. Pada kesempatan kali ini; kita akan beranjak ke pelajaran selanjutnya yakni Modal Auxiliary Verb.
Adapun yang dimaksud Modal Auxilary Verb adalah tambahan kata yang ditempatkan sebelum Main Verb untuk memperjelas makna dari kata kerja utama, biasanya digunakan untuk mengungkapkan Willingness (Kemauan), Ability (Kemampuan), Necessity (Kebutuhan), keharusan, kewajiban, nasihat atau Possibility (Kemungkinan). Format penulisan rumusnya adalah sebagaimana berikut :
- Pernyataan Positif : S + Modal Auxilary Verb + V1
- Pernyataan Negatif : S + Modal Auxilary Verb + Not + V1
- Pertanyaan : Modal Auxilary Verb + S + V1?
Ada beberapa kata yang umum digunakan sebagaimana berikut;
A. Can / Could
Can dipakai untuk mengungkapkan :
- Kesanggupan / kemampuan masa kini
- Meminta izin (informal)
- Meminta sesuatu (informal)
- Menawarkan bantuan
Could dipakai untuk :
- Kemampuan masa lalu
- Meminta izin (formal)
- Meminta sesuatu (formal)
- Memberikan saran
* Untuk menyatakan kesanggupan masa depan pakai 'will be able to ...'
- You can buy anything (Kamu dapat beli apa saja)
- My grandmother could swim (Nenek saya [dulu] bisa berenang)
- Could I borrow your pen, please? (Dapatkah saya pinjam penamu, tolong?)
- Can I borrow your car? (Bolehkah aku pinjam mobilmu?)
- You could run faster two years ago (Kamu bisa berlari lebih cepat 2 tahun lalu)
- Could I use your computer? (Bisakah saya memakai komputermu?)
- I will be able to help you tomorrow (Saya akan bisa membantumu besok)
- We could go to the movie if you want (Kita bisa pergi ke bioskop jika kau mau)
- She will not be able to come (Dia tidak akan bisa datang)
- She cannot swim
- He could run fast when he was young
- You can use my laptop
- Can you explain this?
B. May / Might
May digunakan untuk :
- Kemungkinan (Besar)
- Meminta izin (Informal)
- Meminta barang/benda (Informal)
- Kemungkinan (Kecil)
- Meminta izin (Formal)
- Meminta barang/benda (Formal)
* May/Might bisa bermasa lampau tapi tidak secara langsung, namun harus dikombinasikan dengan Primary Auxiliary Verb 'Have' + Past Participle (V3)
- May I go home now? (Bolehkah saya pulang sekarang?)
- If I have cleaned the room, might I play with my friend? (Jika aku sudah membereskan ruangan, mungkinkah [bolehkah] aku bermain dengan temanku?)
- The doctor may / might have warned you not to eat red meat (Dokter mungkin telah memperingatkan kamu untuk tidak makan daging merah)
- It may rain today (Kemungkinan besar)
- It might rain today (Kemungkinan kecil)
- May I leave the room? (Izin formal)
- Might I leave the room? (Jarang dipakai)
- He might be at home
- May I come in?
- Might I ask you question? (Bolehkah saya bertanya?)
- Might I have your signature, please? (Bisakah saya minta tanda tanganmu, tolong?)
- May I have a glass of water? (Boleh aku minta segelas air?)
- She may have forgotten my message (Mungkin dia sudah lupa pesanku)
- He might have taken the wrong bus (Kemungkinan [kecil] dia naik bus yang salah)
C. Will / Would
Will digunakan untuk :
- Rencana masa depan
- Keinginan / Kemauan
- Kebiasaan di masa lalu
- Prediksi
- Penolakan
- Permintaan (Formal)
Would dipakai untuk :
- Menyatakan rencana di masa lampau
- Permintaan (Lebih formal dari Will)
- Prediksi di masa lampau
Contohnya
- Will you marry me? (Maukah kau menikah denganku?)
- The sandstorm will come tonight (Badai pasir akan datang malam ini)
- She will go to Bali next year
- I will not go home with you
- The radio says that it will rain today (Radio mengatakan bahwa hari ini akan turun hujan)
- If you had remembered to invite me, I would have attended your party (Kalau saja kamu ingat untuk mengundangku, aku akan hadir di pestamu)
- I would go to Bali when I was young
- He won't listen to me
- She won't apologize
- The car won't start
- My laptop won't turn on
- He wouldn't help me, no matter how much I asked (Penolakan berulang kali di masa lalu)
- Would you lend me your book?
- My father had a strong feeling that the weather would be warm (Ayahku punya firasat kuat bahwa cuaca akan hangat)
- I will call you later
- I would call you if I had time
- Will you open the door?
- Would you open the door?
- When I was child, I would play outside every day
- I thought I would visit her the next day (Dulu saya berniat akan mengunjunginya keesokan hari)
- He said he would start a business
- Would you help me with this report?
- Would you mind opening the window?
- Would you like some coffee?
- She knew the project would fail
- At that time, no one believed the company would survive
D. Shall / Should
Shall umumnya berfungsi untuk :
- Mengajukan usulan / tawaran (Terutama British English)
- Menyatakan kewajiban / perintah secara formal
- Menyatakan kepastian (Jarang, sangat formal)
Ciri penting :
- Subjek biasanya I / We
- Biasa pakai subjek Third Person atau Second Person untuk situasi formal (Dokumen resmi / acara resmi)
- Terasa formal
- Jarang dipakai dalam percakapan modern; kecuali pada frasa tertentu
Should dipakai untuk :
- Memberi saran / nasihat
- Menyatakan kewajiban ringan (moral / etika)
- Ekspektasi
- Harapan
- Dugaan
- Penyesalan (Should have + V3)
Ciri penting :
- Digunakan dalam percakapan sehari-hari
- Tidak sekuat must
- Paling umum dibanding 'Shall'
Contoh :
- The Human Resource Manager shall report the employee performance (Manajer sumber daya manusia harus melaporkan kinerja karyawan)
- We shall overcome it someday (Kita akan mengatasinya suatu hari nanti)
- Shall I give you some advice? (Haruskah saya memberi kamu beberapa saran?)
- We shall begin the meeting
- I shall return tomorrow (Formal)
- The tenant shall pay the rent on time (Kewajiban hukum)
- You should study harder (Saran)
- You should respect your parents (Kewajiban moral)
- The train should arrive at 8 a.m. (Ekspektasi)
- I should have told you earlier (Penyesalan)
- You should see the doctor (Kamu sebaiknya menemui dokter)
- We should meet more often (Kita seharusnya lebih sering ketemu)
- You should study harder (Kamu sebaiknya belajar lebih giat)
- He should stop smoking (Dia sebaiknya berhenti merokok)
- I hope you should come to meeting (Saya harap kamu sebaiknya datang ke rapat)
- You shouldn't sleep late (Kamu sebaiknya tidak tidur terlambat)
- Should I call him now? (Apakah saya sebaiknya menelepon dia sekarang)
- Everyone should help each other (Semua orang seharusnya saling membantu)
- You should not be late
- Should we continue
- Your hair is too long, you should get a haircut
- He should be at home (Dia seharusnya ada di rumah)
- They should win, they played better
E. Must / Have to
Fungsinya Must :
- Kewajiban kuat (Internal / Subjektif / Pendapat pribadi)
- Aturan / perintah resmi (Gaya tegas)
- Kesimpulan logis kuat
- Jika ditambah 'Not' menjadi larangan
- Kewajiban eksternal (Objektif)
- Kebutuhan praktis karena kondisi
Contohnya :
- You mustn't give up (Kamu tidak boleh menyerah)
- We must go to bed now (Kita harus tidur sekarang)
- You must wear a helmet
- I had to work yesterday
- I will have to move next year
- I have to wear a uniform at work
- Students have to submit the form
- She must be at home; the light are on
- He must be tired after working all night
- Visitors must wear ID cards
- You must not smoke here
- I must finish this today
- You must be honest
* Have to bisa digunakan untuk semua tenses (Past, Future)
* Must terbatas untuk Present Tenses saja
* Verb tidak boleh ditambah akhiran -s/-es jika ada Modal Auxiliary
F. Ought to
Ought to merupakan ungkapan yang menyatakan suatu hal yang apa yang benar, kewajiban, keharusan atau nasihat. Biasanya lebih cocok diterjmahkan dengan kalimat 'Seharusnya, harusnya, sebaiknya, seyogyanya' dan semacamnya. Seperti pada contoh;
- I ought to wear high quality running shoes (Saya harusnya pakai sepatu lari berkualitas tinggi)
- We ought to select the best partner for the job (Kita harus memilih mitra terbaik untuk pekerjaan itu)
- You ought to respect your parents (Moral)
- He ought to see a doctor (Nasihat)
- The train ought to arrive soon (Ekspektasi)
* Sebagian sumber memasukkan 'Ought to' ke kategori Marginal Modal / Semi-Modal Auxiliary
Ciri-Ciri Modal Auxiliary Verb
- Tidak diikuti 'to' (kecuali ough to)
- Can go (bukan can to go)
- Tidak berubah bentuk
- Can, Must (bukan cans, musted)
- Selalu diikuti Verb dasar (Bare Infinitive)
- can go, must study
- Tidak pakai 'do/does/did' pada kalimat tanya/negatif
- Can you help me?
- She cannot drive
Sekian dan Semoga bermanfaat 🌟


Post a Comment
- Silahkan berkomentar dengan yang baik, sopan dan santun
- Tidak berkomentar negatif atau merendahkan pihak tertentu
- Jika ingin BW, mohon tidak menyisipkan link aktif di kolom komentar. Cukup dengan komentar biasa, pasti akan admin BW balik
- Info kerjasama silakan hubungi kontak admin
- Komentar yang tidak taat aturan tidak akan ditampilkan
Terima Kasih atas pengertian dan perhatiannya :)